Penanaman Modal Dalam Negeri

Perkembangan dunia yang semakin maju baik teknologi dan ilmu menyebabkan persaingan antar negara semakin ketat untuk yang menjadi yang superior. Untuk mengejar persaingan itu seperti halnya perusahaan maka dibutuhkan modal.

Modal ini bisa digunakan untuk mengembangkan SDM maupun infrastruktur. Sekarang ini sedang marak adanya modal asing yang masuk ke dalam negeri. Dalam menyaikapi hal ini sebaiknya pemerintah melalui Bapepam ataupun BKPM harus lebih selektif, jangan hanya melihat seberapa modal besar yang ditanamkan tetapi juga harus diseleksi baik visi, misi kemudian tujuan dari penanaman modal tersebut. Hal ini sangat perlu agar para investor tersebut tidak bermain curang dengan mengamabil keuntungan tanpa ada imbal balik bagi bangsa Indonesia.

Kita lihat contoh, Freport, Newmont hanya segelintir perusahaan asing yang masuk Indonesia. Pemerinta harus mereview lagi  apakah azas manfaat mereka sudah ada jangan sampai kekayaan alam diambil dan Indoensia sebagai tuan rumah hanya sebagai penonton.

Inalum (Asahan) harusnya ketika tahun 2013 kontrak habis bisa kita ambil alih, karena kita sudah mampunyai perusahaan yang bisa menjalankan perusahaan patungan Jepang Indonesia tersebut seperti PT Antam, PLN.

Sudah saatnya pemerintah jangan hanya mau diiming – imingi oleh modal besar tetapi tidak mendapatkan apa – apa, padahal sesuai pasal 33 bumi dan kekayaan  alam untuk rakyat Indonesia, tapi sudahkan itu?

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s